Nikmati Pesona dan Keanekaragaman Masakan dan Pariwisata Taiwan


food2

Pasca pandemi, negara-negara Asia Tenggara sudah terbuka bebas bagi wisatawan outbound. Untuk mempromosikan tema keragaman dalam industri pariwisata Taiwan, Biro Pariwisata Taiwan mengundang tim produksi variety show makanan populer jaringan TV Indonesia Trans 7 “Enaknya Mantul” untuk melakukan syuting di Taiwan dari tanggal 4 hingga 11 Desember. Syuting ini akan menyoroti beragam masakan Taiwan di seluruh dunia. Bersama pembawa acara dan komedian terkenal Jepang-Indonesia, Kenta Yamaguchi, pemirsa dapat mencoba makanan khas lokal dari berbagai daerah di Taiwan dan lanskap pariwisata ramah Muslimnya, serta mempelajari cara-cara baru yang menyenangkan untuk menjelajahi Taiwan pasca pandemi!


food1

Makanan memang salah satu daya tarik utama yang mampu memikat wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Taiwan. Karenanya, makanan dianggap sebagai elemen penting bagi kampanye pariwisata internasional Taiwan. Jadwal syuting yang ditentukan oleh tim produksi ini mencakup kabupaten dan kota seperti Taipei, Taoyuan, Taichung, Nantou, Chiayi, dan Tainan. Tim juga melakukan syuting di tempat-tempat wisata nasional favorit dan distrik perbelanjaan yang menyediakan makanan lezat ramah Muslim dan direkomendasikan oleh Michelin Guide. Sorotan kamera tersebut meliputi restoran peraih tiga bintang Michelin selama lima tahun berturut-turut dan menghadirkan kekhasan gourmet dari budaya makanan Taiwan. Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan makanan lezat dengan harga terjangkau, acara ini juga memperkenalkan restoran-restoran yang direkomendasikan oleh Michelin’s Bib Gourmand dan makanan kaki lima Taiwan yang disukai masyarakat Indonesia—bubble tea, bistik ayam goreng, es serut mangga, bola-bola talas, dan douhua (puding tahu). Acara ini secara khusus disusun untuk mempromosikan pesona unik dan keanekaragaman lanskap pariwisata Taiwan, membangun citra yang kuat terhadap makanan khas lokal di yang ada di berbagai bagian negara.


food yam ball

Dengan pesona masakan Taiwan yang lezat, keindahan alam, dan penduduk setempat yang ramah, pada tahun 2019 Taiwan mencatat kunjungan dari 220.000 turis Indonesia, dan menjadi pasar sumber turis terbesar keenam Taiwan di Asia Tenggara. Dengan populasi Muslim lebih dari 86%, Indonesia tidak hanya menjadi pasar selatan yang baru, tetapi juga menjadi sumber pasar yang penting bagi wisatawan Muslim.


food 3

Biro Pariwisata Taiwan memutuskan untuk lebih serius dalam menjajaki peluang bisnis pasca-pandemi di industri pariwisata, dan kantor luar negerinya juga telah melakukan serangkaian kampanye yang aktif. Salah satu kampanye tersebut menyasar pasar potensial dengan bonus demografi tinggi seperti Indonesia. Selain berkerja sama dengan variety show TV, Biro Pariwisata juga mengadakan dua konferensi promosi B2B untuk program pariwisata aman pasca-epidemi Taiwan di Jakarta, yang mengarah pada kolaborasi antara bisnis di Taiwan dan Indonesia untuk meluncurkan produk pariwisata Taiwan. Saat pembatasan dibuka pada awal November, China Airlines cabang Indonesia dan ASTINDO, salah satu asosiasi travel terkemuka, telah bersama-sama mengundang para pelaku industri pariwisata untuk mengunjungi Taiwan secara berkelompok. Melalui kampanye food variety show, Biro Pariwisata Taiwan berharap dapat memperluas jangkauan industri pariwisatanya dan memperkuat kepercayaan operator Indonesia dalam menjual produk wisata Taiwan. Tentunya, tujuan akhirnya adalah memastikan bahwa industri pariwisata dapat kembali ke masa kejayaannya sebelum pandemi.