Kabupaten Kinmen
Kinmen, yang juga dikenal sebagai Quemoy, adalah sebuah pulau kecil dengan reputasi yang sangat besar. Terletak tidak jauh dari pesisir daratan Tiongkok, pulau ini pernah menjadi medan pertempuran sengit antara pasukan Komunis dan pasukan Nasionalis ketika pihak Nasionalis mundur dari daratan pada tahun 1949.
Kepulauan Kinmen pada masa lampau dikenal sebagai Wuzhou. Pada tahun 1387, Marquis Jiangxia, Chou Te-hsing, membangun tembok pertahanan di Pulau Kinmen untuk melindunginya dari serangan bajak laut. Karena letak geografisnya yang strategis, Tembok Kinmen dikenal sebagai “benteng yang tak tertembus yang menjaga gerbang menuju laut”, yang kemudian menjadi asal-usul nama “Kinmen”, atau “Golden Gate”. Selama hampir setengah abad, Kinmen menjadi garis pertahanan Taiwan dalam menghadapi pasukan dari daratan. Pemerintahan militer di Kinmen berakhir pada tahun 1992, menandai awal perkembangan pulau ini sebagai destinasi wisata. Pada Januari 2001, jalur langsung lintas Selat antara Kinmen dan Xiamen di daratan Tiongkok resmi dibuka, menjadikan pulau ini sebagai pusat penting bagi interaksi lintas Selat.
Selama masa pemerintahan militer, para prajurit dan penduduk sipil di Kinmen hidup dalam kondisi yang sederhana serta bekerja sama membangun infrastruktur pulau tersebut. Berbagai fasilitas militer yang dibangun pada masa itu kini menjadi aset wisata yang sangat berharga bagi kepulauan ini. Upaya penghijauan besar-besaran yang dilakukan oleh pihak militer sejak tahun 1950 juga menjadikan Kinmen dipenuhi pepohonan rindang dan bunga-bunga di sepanjang jalan, sehingga pulau ini dikenal sebagai “taman di tengah laut.”
Dalam beberapa tahun terakhir, upaya konservasi yang dilakukan pemerintah serta meningkatnya kesadaran lingkungan di kalangan penduduk pulau telah membantu meningkatkan jumlah dan keanekaragaman spesies burung di Kinmen secara bertahap. Perairan pesisir Kinmen juga menjadi habitat bagi beberapa spesies langka dan dilindungi, termasuk berang-berang Tiongkok (Lutra lutra chinensis) serta kepiting tapal kuda, yang dikenal sebagai “fosil hidup.”
Di antara produk khas Kinmen yang paling terkenal adalah pisau yang dibuat dari pecahan peluru mortir, permen kacang, arak sorgum, bihun, cuka sorgum, serta produk porselen dan keramik. Iklim, tanah, dan kualitas air di Kinmen sangat ideal untuk membudidayakan kacang tanah dengan kandungan minyak tinggi dan cita rasa yang kaya. Hasil panen lokal ini kemudian diolah menjadi permen kacang yang renyah. Iklim Kinmen juga sangat cocok untuk memproduksi arak sorgum berkualitas tinggi. Selain itu, bihun, talas, dan kubis acar setempat tetap diproduksi dengan mempertahankan cara tradisional. Produk berbahan Glycine tabacina (kedelai liar) yang dimanfaatkan sebagai tanaman obat, serta keramik halus yang dibakar menggunakan tanah liat, juga menjadi produk khas yang populer di daerah ini.
Budaya makanan ringan Kinmen berakar dari tradisi Fujian Selatan, namun dipadukan dengan sentuhan khas lokal yang unik. Hidangan laut yang terkenal meliputi telur dadar tiram, bihun tiram, dan cacing laut goreng. Untuk camilan ringan, pengunjung dapat memilih berbagai sajian seperti pastri gurih berukuran kecil, permen kurma, bubur Kanton, roti isi panggang dalam tungku tanah liat, serta berbagai hidangan lezat lainnya yang memanjakan lidah.
Kinmen
Kinmen Pengenalan Antara tahun 1949 dan 1980, Wilayah Kinmen menjadi garis terdepan dari konflik Nasionalis Komunis Tiongkok. Sekarang, pulau-pulau bersusun granit



