Kota Tainan
Tainan, Ibu Kota Kuno, ibu kota kuno Taiwan, terletak di dataran pesisir barat daya pulau ini dan memiliki iklim yang hangat sepanjang tahun.
Tainan merupakan tempat kelahiran Taiwan dan kota tertua di pulau ini. Pada tahun 1661, loyalis Dinasti Ming, Cheng Cheng-kung, berhasil mengusir Belanda dari Taiwan dan mendirikan pemerintahannya di Tainan. Pada masa itu, para imigran dari daratan Tiongkok datang ke Taiwan dalam jumlah besar, sehingga membantu perkembangan kota yang masih muda tersebut.
Setelah Dinasti Qing berhasil menaklukkan Taiwan pada tahun 1683, Ibu Kota Prefektur Taiwan didirikan di Tainan. Pada tahun 1885, Taiwan ditetapkan sebagai sebuah provinsi, dan kedudukan Tainan berubah menjadi Ibu Kota Prefektur Tainan, yang kemudian menjadi asal usul nama kota tersebut hingga saat ini. Tainan tetap menjadi pusat politik, ekonomi, dan kebudayaan Taiwan hingga akhir abad ke-19. Oleh karena itu, Tainan memiliki banyak situs bersejarah yang terkenal. Kota ini juga merupakan kota dengan sejarah terpanjang dan akar budaya paling awal di Taiwan.
Selain memiliki beragam daya tarik sejarah dan budaya, Tainan juga menawarkan lanskap alam yang memukau serta terkenal dengan hasil pertanian, perikanan, dan kulinernya. Pada musim semi, Pameran Anggrek Internasional Taiwan diselenggarakan di Perkebunan Anggrek Taiwan di Kecamatan Houbi, menampilkan keindahan dan pesona anggrek yang bermekaran pada awal musim semi. Setiap tahun pada hari ke-15 bulan pertama dalam kalender lunar, Festival Kembang Api Sarang Lebah Yanshui yang spektakuler menarik ribuan pengunjung dari seluruh Taiwan dan berbagai penjuru dunia ke Tainan. Pada musim panas, keluarga dapat menikmati berbagai aktivitas edukatif dan menyenangkan, seperti menyaksikan kunang-kunang di Meiling, menikmati bunga teratai di Baihe, serta mengikuti berbagai kegiatan di Taman Wisata Mangrove Qigu. Saat udara sejuk mulai tiba pada musim gugur, pengunjung dapat menuju Dongshan untuk mencicipi kopi Arabika lokal yang harum. Sementara itu, pada musim dingin, Anda dapat meredakan pegal-pegal dengan berendam di pemandian lumpur Guanziling.
Tainan
Tainan Pengenalan Selama 338 tahun menguasai Tainan, Belanda tidak hanya melakukan perdagangan dan menarik pajak, namun juga membangun dua benteng




