Hualien

Pengenalan

Hualien merupakan salah satu dari tiga kota kecil di Pantai Timur Taiwan yang mempesona. Kota lainnya adalah Yilan dan Taitung. Di sini waktu seakan berjalan lambat dan orang-orang mudah tersenyum.


  • Qixingtan, atau kawasan Danau Tujuh Bintang (Seven Star Lake) yang terletak di sebelah timur laut kota, berada di lengkungan teluk yang indah dan perairan Pasifik yang berkilauan
  • Selain itu ada Tebing Qingshui (Qingshui Cliff) dengan panjang dan tinggi mencapai ribuan meter. Di sini tersedia jalur pesepeda yang mengelilingi kawasan kota.
  • Fasilitas lainnya adalah Taman Pahatan Batu (Stone Sculpture Park), Star Watching Plaza, Sunrise Building, dan taman botani.
  • Tidak jauh di sebelah utara kota terdapat Ngarai Taroko (Taroko Gorge) yang menakjubkan.
  • Dinding ngarai ini tersusun atas marmer yang menjulang ribuan meter. Anda akan berada di bagian bawah ngarai ini, di mana banyak terdapat torehan yang ditinggalkan oleh para pensiunan serdadu lebih dari 50 tahun lalu.
  • Sekarang terdapat jalur pejalan kaki khusus, papan petunjuk, penginapan kelas hotel hingga perkemahan, kuil-kuil, dan banyak lainnya.
  • Taman Samudera Hualien Farglory, yang berada di selatan Hualien, merupakan Taman Bertema (theme park) pertama di Taiwan.
  • Banyak pengunjung anak-anak menyukai pertunjukan lumba-lumba dan singa laut. Selain itu, ada juga aquarium bawah laut, selancar, laguna, dan mobil listrik yang akan membawa pengunjung melihat pemandangan samudera yang indah.

Galleri

Laman Web Yang Berguna

Qixingtan
Qingshui Cliff
Taroko National Park

Informasi

189, Fude, Yanliao Village, Shoufeng Township, Hualien County, Taiwan.
Tel: +886-3-8123-199
Laman web: www.farglory-oceanpark.com.tw

Pengenalan

Kawasan Wisata Nasional East Riff Valley

Berada di celah Barisan Perbukitan Tengah dan Barisan Perbukitan Pantai sepanjang 150 km. Lembah pedesaan ini merupakan tempat untuk menenangkan jiwa sembari melewatkan waktu dengan bersepeda, menghirup teh lokal, dan berendam di pemandian air panas.


  • Danau Carp (Liyu) yang menawan terletak di sebelah barat daya Kota Hualien, pada kaki bukit di pegunungan tengah.
  • Di danau terluas di kawasan ini terdapat perahu kayuh dan penyewaan sepeda, restoran luar ruangan bergaya lokal dan kedai-kedai minum, jalur pejalan kaki sepanjang empat kilometer, serta kawasan perkemahan. Perahu motor kecil dapat disewa berikut supirnya untuk menjelajahi danau.
  • Ketika Jepang menguasai Taiwan, mereka menjelajahi wilayah ini untuk mencari sumber-sumber mata air panas. Mereka membangun sejumlah penginapan di lembah ini yang hingga kini masih digunakan.
  • Ruisui yang dibuka pada 1919, mempunyai sumber mata air panas karbonat berwarna kuning suram akibat kandungan besi yang melimpah.
  • Di sana terdapat pondok pemandian dan kawasan terbuka dengan bak mandi terbuat dari kayu dan porselin bagi keluarga maupun umum.
  • Ruisui juga merupakan lokasi untuk mengayuh sampan.
  • Di sebelah selatan terdapat Hongye, tempat mata air alkalin yang jernih, keluar dari Barisan Pegunungan Tengah.
  • Suku Atayal telah menggunakan tempat ini jauh sebelum Jepang mendudukinya.
  • Pondok pemandian dan hotel menawarkan ruang-ruang pribadi untuk minimal 30 menit. Antong yang berada di dekat pusat lembah, menawarkan hotel dengan pemandian air panas bergaya Jepang serta sebuah hostel.
  • Di sini terdapat sebuah kolam renang air panas besar. Airnya mengandung hidrogen-sulfida yang beraroma seperti telur busuk, dan gelembung-gelumbung udara menyembul dari dasar sungai.
  • Di dekat penginapan Ruisui terdapat Perkebunan Teh Wisata Wuhe yang menghasilkan teh Oolong fermentasi. Atraksi menarik lainnya adalah monumen Tropic of Cancer (garis tropis bagian utara) berbentuk jam matahari dan monumen batu yang berasal dari budaya pra sejarah.
  • Di sebelah barat dari Kota kecil Yuli terdapat Taman Nasional Yushan dan Pusat Wisata Nan’an.
  • Tempat ini menawarkan taman geologi, flora dan fauna, dan hal-hal menarik lainnya dengan informasi dan pelayanan yang disampaikan dalam Bahasa Inggris.
  • Di dekatnya terdapat Air Terjun Nan’an setinggi 50 meter serta Jalur Pendakian Walami yang menawarkan pemandangan menyusuri hutan dengan pepohonan berdaun lebar.
  • Di ujung sebelah selatan lembah yang menghadap cekungan luas yang menawan, terdapat Dataran Tinggi Luye (Luye Plateau).
  • Di tempat ini menghampar perkebunan teh yang dinamakan Perkebunan Teh Rekreasi Luye. Sebuah kedai minum teh dan pusat informasi wisata yang menawarkan bungkusan-bungkusan teh dan kesempatan untuk mencicipi teh lokal yang terkenal terdapat di bagian atas dataran tinggi ini.
  • Dulunya tempat ini dijadikan kawasan berburu bagi para pejabat kekaisaran Jepang. Kini terdapat banyak penginapan yang nyaman tersebar di seluruh kawasan Luye.
  • Gunung Enampuluh Batu, atau Sixty Stone (Liushidan) Mountain, yang terletak di pegunungan pantai pada ketinggian 800 meter, merupakan hamparan bunga day-lily.
  • Jalur wisata tersedia di tempat ini, dan terdapat sepuluh paviliun yang menggambarkan jenis bunga day-lily yang berbeda.
  • Di sini juga terdapat Gunung Chike (Chike Mountain) yang terkenal akan lautan bunga lily yang menutupi dataran pada ketinggian 900 meter di atas permukaan laut.
  • Selain itu ada pula Permukiman Bersejarah Keluarga Wang, yaitu sebuah bangunan kayu yang menggambarkan kehidupan pertanian perintis di daerah pegunungan.

Galleri

Laman Web Yang Berguna

Liyu Lake
Ruisui
Antong
Yushan National Park

Pengenalan

Kawasan Wisata Nasional Pantai Timur

Jalan utama menuju Kawasan Wisata Nasional Pantai Timur adalah melalui Highway 11, dari Kota Hualien menuju Kota Taitung. Walaupun perjalanan menuju tempat ini tidak sulit, para pengunjung harus berkendara dengan perlahan dan disarankan untuk bermalam di suatu tempat di sepanjang jalan ini. Banyak wisatawan yang memilih menginap di Shitiping yaitu sebuah perkampungan nelayan yang juga merupakan tempat menyaksikan paus beratraksi. Selain itu ada susunan batu berbentuk aneh namun menakjubkan yang muncul dari dasar samudera ketika terjadi surut. Dekat di selatan Shitiping, terdapat jalan raya yang memotong Sungai Xiuguluan yang mengalir di bawah Jembatan Changhong. Pemberhentian berikutnya adalah Sanxiantai. Dulunya pemberhentian ini merupakan semananjung, namun kini adalah sebuah pulau yang terbentuk dari erosi angin dan air. Pemberhentian ini terhubung ke Tiongkok daratan oleh jembatan berlengkung delapan yang menawan.


  • Ke arah bawah dari Sungai Xiuguluan terdapat Pusat Arung Jeram yang ramai pada Juni dan Agustus oleh para pengunjung yang mengenakan helm dan jaket penyelamat.
  • Setelah menyaksikan rekaman keselamatan, para pengarung jeram dapat memilih perahu karet yang dapat diisi oleh 10 hingga 12 orang.
  • Wisata arung jeram dapat dinikmati sepanjang tiga sampai empat jam, dengan beristirahat pada paruh perjalanan di Qimei, kampung asli Amis.
  • Jeram-jeram di Xiuguluan tidak terlalu berbahaya, namun di beberapa lokasi para penumpang harus memegang erat tali perahu ketika melewati jeram berarus kuat. Penjelajahan berakhir di dekat muara sungai.

Galleri

Laman Web Yang Berguna

Ruisui Rafting Visitor Center
Changhong Bridge