BERITA & PERISTIWA

Badan Pariwisata Taiwan Bidik Peluang Wisatawan Indonesia di Akhir Tahun dan Tahun Baru Manfaatkan Keunggulan Peringkat ke-3 Global Muslim Travel Index untuk Perluas Pasar Indonesia

Pasar wisata luar negeri (outbound) Indonesia terus tumbuh pesat! Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, jumlah perjalanan wisata luar negeri warga Indonesia pada tahun 2025 menembus 9,16 juta, menunjukkan permintaan wisata luar negeri yang sangat kuat dan terus meningkat. Melihat besarnya peluang pasar Indonesia sebagai perekonomian terbesar di Asia Tenggara sekaligus negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Badan Pariwisata Taiwan pada 11 Agustus mengumpulkan 16 institusi—termasuk maskapai penerbangan, agen perjalanan, serta asosiasi pariwisata—untuk membentuk “Delegasi Pariwisata Taiwan” dan menggelar rangkaian promosi selama 7 hari 6 malam di Indonesia. Kegiatan meliputi Taiwan Tourism Workshop di Surabaya pada 12 Agustus, serta Taiwan Travel Fair di Lippo Mall Puri, Jakarta, pada 14–16 Agustus, sebagai langkah awal menyambut musim liburan akhir tahun dan Tahun Baru, guna menarik lebih banyak wisatawan Indonesia untuk merasakan beragam pesona Taiwan.

Kota pertama yang dikunjungi delegasi adalah Surabaya, di mana pada 12 Agustus digelar “Taiwan Tourism Workshop” di Sheraton Surabaya Hotel & Tower, mengundang asosiasi pariwisata, pelaku industri, dan media setempat untuk berkenalan dan berinteraksi secara mendalam dengan para delegasi Taiwan. Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia, dengan jumlah masyarakat kelas menengah yang besar dan terus bertumbuh serta permintaan wisata insentif yang tinggi, menjadikannya lokasi strategis dan basis penting untuk memperluas pasar wisata ke Taiwan. Selanjutnya, pada 14–16 Agustus digelar Taiwan Travel Fair bertajuk “Taiwan – Waves of Wonder” di Lippo Mall Puri, Jakarta. Area kawasan Puri tempat mal ini berada merupakan wilayah dengan populasi Muslim yang relatif padat, sehingga kegiatan ini secara khusus menyasar kalangan Muslim berpenghasilan menengah ke atas serta masyarakat urban Jakarta yang berdaya beli tinggi dan berusia muda. Di lokasi acara, maskapai penerbangan dan agen perjalanan bersama-sama menawarkan paket perjalanan ramah Muslim serta berbagai paket wisata bertema lainnya. Pengunjung yang melakukan transaksi di tempat berkesempatan mendapatkan suvenir khas Taiwan dan kartu internet 5 hari sebagai penawaran eksklusif; area pameran juga dilengkapi spot foto dengan lampu neon warna-warni serta mesin photobooth, menghadirkan pengalaman interaktif yang imersif.

Selama bertahun-tahun, Taiwan terus mengembangkan lingkungan wisata yang ramah Muslim, dengan secara menyeluruh menyempurnakan fasilitas makanan halal, ruang shalat, dan sarana wudhu. Dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026 yang diterbitkan bersama oleh Mastercard dan CrescentRating, Taiwan menempati peringkat ke-3 dunia di kategori destinasi non-OIC (Organisasi Kerja Sama Islam), setara dengan Inggris. Pengakuan internasional yang terus diraih Taiwan ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan Muslim Indonesia untuk menjelajahi Taiwan secara lebih mendalam.

Badan Pariwisata Taiwan menyatakan akan terus memperkuat kerja sama dengan maskapai penerbangan dan agen perjalanan lokal di Indonesia, dengan memadukan berbagai kegiatan promosi offline, online marketing yang tepat sasaran, serta produk wisata bertema khusus, guna meningkatkan visibilitas pariwisata Taiwan di Indonesia, sehingga semakin banyak wisatawan Indonesia menjadikan Taiwan sebagai destinasi wisata luar negeri pilihan utama.